Jum. Agu 6th, 2021

Pengertian Puasa Sya’ban dan juga Hukum Menjalankannya

Corongislam,-Sebagaimana dalam ajaran agama islam, puasa ialah salah satu amalan yang dapat dikerjakan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Puasa ialah salah satu aktivitas dimana manusia harus menahan diri dari rasa lapar, haus, dan juga hawa nafsu dari terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari. Pada pembahasan kali ini akan membahas mengenai pengertian puasa sya’ban dan juga hukum menjalannya di waktu tertentu.

Mengenai puasa itu sendiri pada dasarnya sudah jelas pula Allah SWT telah membagi nya ke dalam dua bagian, yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib ialah puasa yang harus dikerjakan oleh setiap umat muslim pada setiap bulan ramadhan selama satu bulan penuh. Apabila puasa ini dikerjakan kita akan mendapat pahala, namun bila ditinggalkan akan berdosa. Berbanding terbalik dengan puasa sunnah yang apabila dikerjakan mendapat pahala, dan bila ditinggalkan tidak akan berdosa.

Apa Itu Puasa Syaban ?

Puasa sunnah merupakan salah satu ladang pahala yang bisa dimanfaatkan oleh umat muslim pada waktu yang telah ditentukan. Dalam hal ini, puasa sunnah tak hanya terdapat puasa senin – kamis, puasa syawal, muharram, dzulhijjah maupun arafah. Ada puasa syaban yang sejatinya memiliki pahala tersembunyi dan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw.

Syaban merupakan salah satu bulan mulia di sisi Allah. Kita dianjurkan untuk berpuasa sunah pada bulan Syaban untuk menghormati bulan mulia ini. Puasa Syaban ialah salah satu Puasa Sunnah dibulan Syaban dalam kalender Hijriyah yang dapat ditunaikan oleh setiap Muslim baik Laki – Laki maupun Perempuan yang sudah Baligh, Berakal dan sehat untuk mengerjakan Puasa.

Perlu diketahui, nyatanya bulan Syaban adalah bulan tempat dimana manusia lalai dalam ibadah. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Harom) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkala manusia lalai, Allah SWT telah menyiapkan sugudang pahala bagi umatnya yang senantiasa menjalankan amalan – amalan baik pada bulan syaban, utamanya menjalankan puasa syaban.

Hukum Melaksanakan Puasa Sya’ban

Puasanya sebagaimana puasa bulan Ramadhan, hanya hukumnya sunnah dan memperbanyak puasa di dalamnya juga termasuk sunnah Tidak ada cara-cara tertentu atau hal-hal yang khusus dan tujuan tertentu dalam puasanya itu.

Dalil yang menunjukkan Sunnahnya puasa Sya’ban adalah puasa yang dilakukan Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam di bulan Sya’ban. Aisyah menginformasikan bahwa beliau tidak pernah melihat Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam berpuasa Sunnah sebanyak yang beliau lakukan di bulan Sya’ban. Abu Dawud meriwayatkan;

“ Dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa hingga kami mengatakan; beliau tidak berbuka, dan beliau berbuka hingga kami mengatakan; beliau tidak berpuasa. Dan tidaklah aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyempurnakan puasa satu bulan sama sekali kecuali pada Bulan Ramadhan, dan tidaklah aku melihat beliau dalam satu bulan lebih banyak melakukan puasa daripada berpuasa pada Bulan Sya’ban”. (H.R.Abu Dawud)

Kapan dan berapa lama Puasa sya’ban Dilakukan

Umroh.com merangkum, puasa sunnah Sya’ban ini senantiasa dilakukan Nabi SAW tentunya pada bulan sya’ban. Akan tetapi, mengenai berapa lama beliau berpuasa, ada pandangan berbeda dari para ulama karena beragam riwayat yang menjelaskan puasa Rasulullah SAW di bulan Sya’ban ini.

Pendapat para ulama tentang berapa hari puasa itu dilakukan Nabi SAW cukup beragam :

1. Puasa Sya’ban sebulan penuh

Beberapa riwayat menjelaskan bahwa pada bulan Sya’ban beliau berpuasa sebulan penuh, sehingga menyambung puasanya itu dengan puasa Ramadhan. Riwayat yang menjelaskan hal ini di antaranya adalah :

Dari Abu Salamah , bahwa Aisyah telah memberitahunya, ”Rasulullah tidak pernah berpuasa pada suatu bulan yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban, sesungguhnya beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh…” (HR Bukhari ).

2. Puasa sebanyak mungkin, tapi kurang dari sebulan

Rasulullah SAW diriwayatkan tidak puasa sebulan penuh, tapi kurang beberapa hari. Hal ini dijelaskan dalam riwayat shahih berikut:

Abu Salamah berkata, “Aku telah bertanya kepada Aisyah tentang puasa Rasulullah. Ia menjawab,’Rasulullah terus berpuasa hingga kami menyatakan bahwa beliau puasa terus menerus. Dan terkadang beliau terus berbuka (tidak puasa) hingga kami menyatakan bahwa beliau terus berbuka (tidak puasa). Dan aku tidak melihat Rasulullah berpuasa dalam suatu bulan melebihi puasanya di bulan Sya’ban. Beliau puasa pada seluruh bulan Sya’ban, dan beliau puasa bulan Sya’ban keseluruhan kecuali sedikit.” (HR. Muslim).

Dari hadits di atas dapat kita pahami bahwa beliau terus berpuasa dan di akhir hadits itu dinyatakan tidak sepenuhnya selama sebulan. Entah kurang sehari, dua atau tiga hari. Tapi jelas tidak sebulan penuh.

3. Puasa sampai pertengahan bulan

Di samping hadits-hadits di atas ada juga riwayat yang menyatakan bahwa beliau melarang puasa sunnah bila telah memasuki petengahan bulan.
Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda,’Tidak ada puasa (sunnah) setelah pertengahan bulan Sya’ban sampai datang bulan Ramadhan.” (HR Ibnu Hibban ).

4. Puasa satu atau dua hari saja

Imran bin Hushain berkata, “Rasulullah pernah bertanya kepada seorang laki-laki,’Apakah kamu telah puasa di penghujung bulan Sya’ban ini?’ Ia menjawab,’Tidak’. Sebelum datangnya Ramadhan, maka puasalah sehari atau dua hari.” (HR Muslim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *