Kam. Des 9th, 2021

Umat Islam Harus Tahu! Tarawih Hanya Sunah, yang Wajib Jaga Diri dari Corona

CorongIslam,-Ramadan sebentar lagi. Umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Indonesia tentu sudah tak sabar menyambut bulan suci ini, dengan berbagai aktivitas penambah pahala, salah satunya adalah salat tarawih.

Namun, perlu diingat, salat tarawih hanyalah ibadah sunah, yang bila tak dikerjakan tidak akan mendapatkan dosa. Justru yang wajib di masa pandemi Covid-19 ini, adalah menjaga diri dari penularan virus corona.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang meminta masyarakat di zona merah agar menunaikan seluruh ibadah bulan Ramadan ini di rumah masing-masing saja.

Ma’ruf berkata, sudah sepatutnya masyarakat menyadari, bahwa wajib hukumnya menjaga diri dari penularan Covid-19.

“Di dalam melaksanakan ibadah tarawih supaya mematuhi protokol, mematuhi aturan yang sudah dibolehkan. Tidak ada larangan untuk melakukan tarawih sepanjang protokol itu dilakukan dengan baik,” kata Ma’ruf, seperti dilihat dari tayangan video di kanal YouTube MUI, Jumat 9 April 2021.

“Tetapi, anjuran majelis ulama, nanti disosialisasikan untuk daerah yang masih tingga penularan Covid-19 atau zona merah, itu dianjurkan tidak melakukan tarawih atau tadarus di tempat-tempat umum, di masjid. Tetapi, di rumah-rumah saja untuk menghindari penularan,” ujar Ma’ruf menambahkan.

Ia menegaskan, salat tarawih dalam Islam hukumnya sunnah. Sementara menjaga diri dari penularan corona, wajib hukumnya.

“Tarawih itu sunah, tetapi menjaga diri dari pada penularan itu wajib. Syekh Nawani, misalnya, beliau mengatakan wajibnya menjaga diri, menjaga orang lain dari pada bahaya yang diduga terjadi, wajib kita menjaga diri,” kata Ma’ruf.

“Karena itu, Syekh Nawawi mengatakan bahwasanya melakukan pengobatan dan menjaga diri dari wabah penyakit itu adalah wajib. Jadi kita harus mendahulukan yang wajib itu, begitu juga kenapa pemerintah melarang mudik itu karena pengalaman tahun yang lalu terjadi peningkatan Covid-19 ketika mudik itu, nah untuk itulah maka menjaga itu maka kemudian dilarang mudik itu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *